Rangkuman Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural, Permenpanrb No 30/2017

Kompetensi

Rangkuman Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural – kolonginfo.com. Kompetensi merupakan hal yang harus dimiliki oleh seroang pegawai dalam bekerja. Kompetensi manajerial dan sosial kultural merupakan kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh pegawai baik ASN, Non ASN, PPPK, Swasta, PNS atau lainnya untuk mendukung tercapai tujuan organisasi.

Rangkuman Kompetensi

Kompetensi menjadi hal yang menentukan bagi seorang pegawai, baik terkait posisi, promosi, mutasi. Keahlian dalam memimpin, mengelola hubungan dengan stakeholder, komunikasi, dan lain-lain menjadi kunci dalam produktifitas seseorang untuk mencapai tujuan organisasi atau individu.

Berikut merupakan kompetensi menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpanrb No 38 Tahun 2017). Kompetensi terdiri dari kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.

Kompetensi Manajerial

Integritas

Konsisten berperilaku selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan manajemen, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, menciptakan budaya etika tinggi, bertanggungjawab atas tindakan atau keputusan beserta  risiko yang menyertainya

Kerjasama

Kemampuan menjalin, membina, mempertahankan hubungan kerja yang efektif, memiliki komitmen saling membantu dalam penyelesaian tugas, dan mengoptimalkan segala sumberdaya untuk mencapai tujuan strategis organisasi.

Komunikasi

Kemampuan untuk menerangkan pandangan dan gagasan secara jelas, sistematis disertai argumentasi yang logis dengan cara-cara yang  sesuai baik secara lisan maupun tertulis; memastikan pemahaman; mendengarkan secara aktif dan efektif; mempersuasi, meyakinkan dan  membujuk orang lain dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Baca Juga:  Orientasi Pada Hasil, Kompetensi Manajerial ASN

Orientasi pada Hasil

Kemampuan mempertahankan komitmen pribadi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas, dapat diandalkan, bertanggung jawab, mampu secara sistimatis mengidentifikasi risiko dan peluang dengan memperhatikan keterhubungan antara perencanaan dan hasil, untuk keberhasilan organisasi.

Pelayanan Publik

Kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kegiatan pemenuhan kebutuhan pelayanan publik secara profesional,  transparan, mengikuti standar pelayanan yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/ kelompok/  golongan/ partai politik.

Pengembangan Diri dan Orang Lain

Kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menyempurnakan keterampilan diri; menginspirasi orang lain untuk mengembangkan dan  menyempurnakan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan dan pengembangan karir jangka panjang, mendorong  kemauan belajar sepanjang hidup, memberikan saran/bantuan, umpan balik, bimbingan untuk membantu orang lain untuk mengembangkan  potensi dirinya.

Mengelola Perubahan

Kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan situasi yang baru atau berubah dan tidak bergantung secara berlebihan pada metode dan  proses lama, mengambil tindakan untuk mendukung dan melaksanakan insiatif perubahan, memimpin usaha perubahan, mengambil tanggung  jawab pribadi untuk memastikan perubahan berhasil diimplementasikan secara efektif.

Pengambilan Keputusan

Kemampuan membuat keputusan yang baik secara tepat waktu dan dengan keyakinan diri setelah mempertimbangkan prinsip kehati-hatian, dirumuskan secara sistematis dan seksama berdasarkan berbagai informasi, alternatif pemecahan masalah dan konsekuensinya, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

8 Jenis Kompetensi Manajerial bagi ASN

Artikel ini hanya rangkuman kompetensi, untuk penjelasan lebih detail dapat dibaca melalui link berikut:

Kompetensi Sosial Kultural

Alasannya adalah kompetensi ini menyangkut adanya perbedaan latar belakang budaya para ASN atau pegawai dengan masyarakat yang dilayani. Masyarakat Indonesia begitu majemuk dengan begitu banyak suku, budaya, agama/kepercayaan dan latar belakangnya. Kemajemukan masyarakat Indonesia ini diharapkan tidak menjadi kendala bagi pegawai untuk memberikan pelayanannya.

Baca Juga:  Kerja Sama Bagian dari Kompetensi Manajerial

Perekat Bangsa

Hal-hal yang perlu dipahami pada kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  • Kemampuan dalam mempromosikan sikap toleransi, keterbukaan , peka terhadap perbedaan individu/ kelompok masyarakat.
  • Mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mempersatukan masyarakat dan membangun hubungan sosial psikologis dengan masyarakat di tengah kemajemukan Indonesia sehingga menciptakan kelekatan yang kuat antara ASN dan para pemangku kepentingan serta diantara para pemangku kepentingan itu sendiri.
  • Menjaga, mengembangkan, dan mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia.

Unduh peraturan Permenpan 38 tahun 2017.

Semoga rangkuman kompetensi yang mengacu dari peraturan permenpan 38 tahun 2017 dapat menjadi pedoman bagi seorang pegawai baik untuk seorang ASN maupun Non-ASN.

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa klik iklannya, agar admin semakin semangat untuk menyusun rangkuman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*