Tips Produktif Work From Home (WFH) Masa Pandemi

Di masa ini, pekerja akan dihadapkan dengan munculnya dinamika baru terhadap pola pekerjaan sehari-hari yaitu Work From Home atau disingkat WFH di masa pandemi Covid-19. Tentu Anda perlu tips-tips produktif work from home.

Semua pasti setuju jika tahun 2020 adalah tahun yang sangat challenging bagi kita semua. Berawal dari ditemukannya virus SARS Covid-19 atau lebih dikenal sebagai virus covid/corona yang menyebar sangat cepat dan merata di seluruh dunia, sampai WHO menetapkan wabah ini sebagai pandemic global. Beberapa negara menetapkan kebijakan lockdown, dimana aktivitas masyarakat sangat dibatasi sampai apparat harus turun tangan. Namun ada beberapa negara yang tidak menerapkan kebijakan tersebut, beranggapan bahwa roda ekonomi masyarakat harus tetap bergulir.

Indonesia termasuk salah satu negara yang tidak mengambil kebijakan lockdown, melainkan mengambil kebijakan bernama PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Awalnya istilah social distancing muncul ke permukaan. Namun istilah tersebut dirasa kurang tepat, karena secara sosial komunikasi masih bisa berjalan lewat virtual. Pada akhirnya physical distancing-lah yang dirasa tepat, yaitu menetapkan jarak minimal dan aman ketika berada di tempat umum. Berbagai kampanye kesehatan terus digaungkan oleh pemerintah, seperti wajib memakai masker, rutin mencuci tangan, serta menjaga jarak, guna mengurangi tingkat penyebaran virus SARS Covid-19 ini.

Berbagai sektor terkena dampak dari pandemi ini. Perusahaan dan kantor juga menerapkan kebijakan Work from Home (WFH), untuk turut serta dalam mengurangi laju penyebaran virus. Secara otomatis, kebutuhan platform virtual untuk mewadahi komunikasi yang biasanya berjalan face-to-face menjadi semakin dibutuhkan. Rapat atau meeting yang biasanya dilakukan di ruangan secara tatap muka, kini digantikan dengan rapat secara online.

Aplikasi untuk Work From Home

Beberapa aplikasi yang cocok untuk Anda dalam mendukung produktifitas work from home berikut pasti sudah sering kita dengar sebagai wadah untuk mengadakan rapat virtual:

Baca Juga:  Keuntungan Investasi SBR010, Bagaimana caranya?

1. Zoom

Meskipun di awal sempat terdengar isu celah keamanan pada aplikasi ini, nyatanya sampai sekarang aplikasi buatan Zoom Video Communication, Inc Amerika ini paling sering digunakan. Performa yang cepat serta kemudahan pengoperasiannya, menjadikan aplikasi ini banyak digunakan di berbagai instansi dan sekolah-sekolah untuk kegiatan belajar.

Silahkan klik pada tautan berikut untuk menginstal aplikasi zoom. Aplikasi Zoom dapat digunakan pada desktop maupun pada mobile phone.

Virtual Meeting

2. Cisco Webex

Aplikasi besutan Cisco System Inc ini juga termasuk popular dan merupakan Collaboration Technology andalan dari Cisco. Meskipun ada beberapa keluhan terkait lamanya akses untuk join meeting, aplikasi ini terkenal aman dan memiliki fitur yang lengkap untuk berkolaborasi.

Silahkan klik pada tautan berikut untuk menginstal aplikasi webex.

3. Microsoft Teams dan Google Meet

Sudah tidak asing lagi bahwa dua raksasa IT yang merajai dunia teknologi ini juga mempunya aplikasi untuk virtual meeting. Banyak instansi yang bekerja sama dan menggunakan dua aplikasi ini sebagai default untuk pelaksanaan rapat.

Dengan adanya beberapa aplikasi tersebut, kebutuhan dasar untuk WFH memang dapat terpenuhi. Namun sayangnya ada beberapa masalah yang timbul akibat WFH yang berkepanjangan. Terkadang virtual meeting terkesan tidak mempunyai batas, diskusi panjang terus bergulir dan pegawai merasa stuck dalam meeting tersebut. Efek samping berupa stress, cepat lelah, dan beberapa masalah kesehatan tak jarang dirasakan oleh pegawai.

Tips mengurangi dampak negatif Work From Home WFH

Berikut merupakan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari WFH:

Ergonomic Workspace

Karena rutinitas yang biasa dilakukan di kantor biasanya pegawai tidak mempunyai tempat yang proper untuk bekerja, seperti meja dan kursi yang ergonomis. Tidak ada salahnya untuk investasi untuk menciptakan area kerja yang ergonomis. Hal ini akan mengurangi resiko masalah kesehatan seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS), masalah tulang punggung, serta untuk menjaga kesehatan mata supaya tetap di jarak aman dengan layar monitor laptop atau PC.

Baca Juga:  Perbedaan Business Intelligence (BI) dengan Data Science (DS)

Peregangan Badan

Usahakan melakukan peregangan, beranjak dari workspace, dan berjalan. Anda dapat berjalan ke dapur untuk mengambil air putih atau kudapan, atau berjalan ke teras untuk sekedar melihat tanaman-tanaman hijau. Hal ini akan membuat mata kembali fresh dan badan akan terasa lebih segar, sehingga aktivitas pekerjaan bisa dilanjutkan.

Sumber: unsplash.com

Bekerja sama dengan orang yang ada di rumah

Tak jarang kita mempunyai jadwal meeting yang cukup penting seperti misal dengan atasan, presentasi bisnis, dan sebagainya. Tentunya kita tidak ingin ada distraksi pada saat meeting tersebut berlangsung, seperti misal anak-anak yang mendekat atau background noise lain. Meminta bantuan dan pengertian dari orang yang ada di rumah menjadi penting untuk mengondisikan supaya tidak ada distraksi dan meeting berjalan lancar. Mempunyai ruangan sendiri yang di-set menjadi tempat meeting akan lebih baik. Anda dapat kembali bekerja dengan tetap berinteraksi dengan anak-anak ketika meeting sudah usai.

Belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa beradaptasi dengan situasi yang challenging, dengan tetap menjaga kesehatan fisik dan mental kita, serta bisa menjalankan aktivitas rutin dengan cara virtual.

Baca juga artikel menarik lainnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*