Bijak Bermedia Sosial bagi ASN

Kompetensi

Bijak Bermedia Sosial bagi ASN – www.kolonginfo.com. Media sosial digunakan sebagai media untuk berinteraksi antar manusia. Tentunya wajib bijak bermedia sosial bagi ASN maupun profesi lainnya. Pastikan informasi yang dibagikan tidak melanggar etika bernegara, bermasyarakat, dan etika lainnya. Jangan sampai berujung hukuman disiplin atau bahkan pemecatan.

Etika dalam Bermedia Sosial

Untuk menjaga reputasi dan kewibaan intitusi di mata publik, setiap ASN harus menggunakan sosial media secara bijaksana.

  • Beberapa hal yang wajib dipahami oleh ASN dalam menggunakan bermedia sosial:
  • Memahami dan mematuhi Kode Etik PNS
  • Memahami/mengetahui potensi dari konsekuensi yang dapat mempengaruhi reputasi baik untuk institusi maupun pribadi individu
  • Menjaga kerahasiaan dalam jejaring sosial
  • Selalu mempertimbangkan informasi yang dibagikan, selalu cek dahulu informasi, vallid tidaknya, dan peruntukannya agar tidak merugikan

Pesan Utama Bijak Bermedia Sosial

  • Wajib menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS
  • Mengutamakan kepentingan negara, tentunya yang bermanfaat bagi masyarakat
  • Melarang setiap PNS untuk memberikan dukungan kepada calon presiden, kepala daerah, anggota DPD, anggota DPR, dan anggota DPRD. (atau memihak orang karena suatu kepentingan)

Bijak Bermedia Sosial, Prinsipnya

Secara umum, terdapat beberapa prinsip dasar ketika bermedsos yaitu menerapkan nilai dan perilaku etika yang sama baik secara offline atau offline, menolak perundungan, serta sadar dan mengakui adanya perbedaan budaya.

Penting sekali memahami karakter media sosial. Sebagai contoh misal, perbedaan audience di youtube dengan di twitter. Pada youtube terdapat aksi likes video yang mana cocok sebagai media sharing, namun twitter cocok untuk orang diskusi yang kritis, sehingga suatu postingan bisa dengan mudah ditanggapi secara langusung oleh orang lain.

Baca Juga:  Aplikasi Rapat Online Terbaik

Pedoman Umum

Sobat kolonginfo.com, perlu pedoman dalam bermedsos, sederhanya sebagai berikut:

  • Pastikan aspek sumber informasi (selalu verifikasi)
  • Kebenaran konten (layak tidaknya dibagikan)
  • Konteks tempat, waktu, dan latar belakang (misal dimasa pemilu, maka konten berbau politis perlu dipertimbangkan untuk tidak dibagikan)

Bagaimana Sikap Kita

Bagi sobat kolonginfo.com, kita harus secara sadar memahami bahwa konten medsos memiliki kemungkinan benar dan salah. Konten medsos yang baik belum tentu benar, dan konten medsos yang benar belum tentu bermanfaat. Pengguna yang bijak tentunya harus selalu mempertimbangkan dan tidak mudah hanyut percaya penuh terhadap konten yang dibagikan. Pahami juga bahwa postingan bisa dapat nyaman di Anda namun tidak nyaman di orang lain.

Hal yang Jangan Dilakukan

  • Mengunggah konten hoax. Hoax merupakan informasi, kabar, berita yang palsu atau bohong (kominfo). 
  • Unggah, like, share konten pornografi, radikalisme, terorisme, pelcehan, diskriminasi, serta isu SARA
  • Jangan mengunggah konten informasi rahasia, baik pekerjaan, rahasia negara, atau informasi non-publik
  • Kritis, selalu memahami potensi prespektif pengguna lain. Seperti mengunggah konten saat perjalanan dinas, akan menggiring user lain sebagai pemberoros APBN
  • Bedakan informasi privasi atau untuk publik, tanpa sadar membagikan alamat rumah

Penutup Bijak Bermedia Sosial

Baik ASN maupun profesi lainnya, tentunya bijak bermedia sosial. Selalu verifikasi informasi sebelum dibagikan, serta pahami risikonya. Postingnya yang dibagikan bisa jadi berpotensi membuat kehilangan kesempatan kerja, hukuman disiplin, atau pemecatan. Selain ASN harus bijak bermedia sosial, namun seorang ASN juga perlu memahami kompetensi managerial dan sosial kultural.

Dioleh dari berbagai sumber

Baca Juga:  Kesadaran Bela Negara masyarakat Indonesia (ASN atau non ASN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*