Teknologi GSM (Global System for Mobile Communications)- Sejarah Pengertian

Teknologi GSM

Teknologi GSM (Global System for Mobile Communications) – Sejarah Pengertian kolonginfo.com. Di zaman yang telah modern ini, mobilitas dan komunikasi sangat diperlukan sehinga sangat diperlukan sistem komunikasi yang murah, cepat, tepat dan jangkauan luas. Salah satu jenis sistem komunikasi tersebut adalah teknologi Global System for Mobile Communications (GSM). GSM adalah sebuah standar sistem teknologi untuk komunikasi selular yang bersifat digital.

Teknologi GSM

GSM adalah singkatan dalam Bahasa Inggris untuk Global System for Mobile Communications. GSM adalah sebuah standar sistem teknologi untuk komunikasi selular yang bersifat digital.

Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.

Sejarah Telekomunikasi GSM

Pada awalnya teknologi selular sistem analog yang beroperasi di Eropa bersifat sangat regional, di mana masing-masing negara mengoperasikan sistem yang berbeda dan tidak kompatibel satu dengan yang lain. Di Jerman dan Portugal beroperasi sistem C-NET yang dikembangkan oleh Siemens, di Perancis beroperasi sistem RC-2000, di Belanda dan negara Skandinavia beroperasi sistem NMT yang dikembangkan Ericson, sedangkan di Inggris Raya beroperasi sistem TACS.

Masing-masing sistem dikembangkan dengan teknologi yang berbeda, sehingga tidak ada kompatibilitas satu dengan yang lain. Akibatnya setiap sistem hanya dapat dioperasikan di wilayah negara yang tertentu. Kondisi ini sangat tidak menunjang kegiatan masyarakat negara Eropa yang sering berada di negara lain, baik untuk tujuan bisnis maupun wisata. Ditambah lagi dengan rencana terbentuknya European Community, kondisi tersebut sama sekali tidak dapat dipertahankan.

Pengembangan masing-masing sistem analog yang beroperasi hanya nasional disebabkan adanya orientasi yang berbeda bagi masing-masing pengelola. Akibatnya, pemasaran terbatas hanya satu negara dan tidak dapat mendapatkan jumlah pelanggan yang cukup besar. Tetapi masih diperlukan dukungan infrastruktur yang lengkap dan mahal, sehingga konsekuensinya adalah timbulnya harga jual yang mahal serta biaya pemakaian yang cukup tinggi.

Baca Juga:  Teknologi GSM Komunikasi Seluler

Oleh sebab itu pemakai teknologi komunikasi selular terbatas hanya mereka yang benar-benar mampu dan memerlukan, bukan sebagai sarana telekomunikasi yang mencapai segenap lapisan masyarakat.

Karena alasan di atas, tanpa menguntungkan salah satu sistem yang telah beroperasi serta untuk menciptakan sistem yang jauh lebih baik dari yang sudah ada, maka pada 1982 European Conference of Postal and Telecommunications Administrations membentuk Groupe Special Mobile (GSM) untuk mengembangkan standar sistem telepon selular yang dapat digunakan di seluruh Eropa.

Pada tahun 1987, sebuah nota kesepahaman (MOU) ditandatangani oleh 13 negara untuk mengembangkan sebuah sistem telepon seluler yang dapat digunakan secara umum di seluruh Eropa. Pada tahun 1989, tanggung jawab GSM dipindahkan ke European Telecommunications Standards Institute (ETSI) dan fase I dari spesifikasi GSM Global System for Mobile Communications diterbitkan pada tahun 1990

Melalui pengkajian yang sangat mendalam, akhirnya ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dapat menerima GSM sebagai standar Eropa. Pada pertengahan tahun 1991, jaringan GSM muncul untuk pertama kalinya, dimana salah satu pelopornya adalah Deutsche Bundespost melalui anak perusahaannya Detecom siap untuk mengoperasikan GSM pada 1 Juli 1991, yang dikenal dengan nama D1 Network.

Diperkirakan dengan munculnya standarisasi GSM, sistem lain yang beroperasi di Eropa perlahan-lahan hilang. Ini berarti hilangnya sebagian besar pasar sistem non GSM. Hal tersebut mempengaruhi minat industri untuk mengembangkan teknologi sistem lama yang ada (CNET, RC 2000, NMT, TACS).

Di dalam kenyataannya, banyak terjadi hambatan dalam penerapan GSM, sehingga target operasional GSM tidak terpenuhi. Walaupun semua infrastruktur telah siap sejak pertengahan 1991, namun realisasi pengoperasian secara komersil baru dapat dimulai kuartal terakhir 1992. Di Indonesia sendiri teknologi GSM mulai masuk pada tahun 1993.

Baca Juga:  Teknologi GSM Komunikasi Seluler

Pada Oktober 1993, PT. Telkom memulai pilot-project pengembangan teknologi generasi kedua (2G), GSM, di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia dihadapkan pada dua pilihan: melanjutkan penggunaan teknologi AMPS atau beralih ke GSM yang menggunakan frekuensi 900 MHz. Akhirnya, Menristek saat itu, BJ Habibie, memutuskan untuk menggunakan teknologi GSM pada sistem telekomunikasi digital Indonesia.

Sejarah Tekonogi GSM, Base Transceiver Station (BTS)
Sejarah Teknologi GSM , Base Transceiver Station (BTS)

Pada waktu itu dibangun 3 BTS (base transceiver station), yaitu satu di Batam dan dua di Bintan. Persis pada 31 Desember 1993, pilot-project tersebut sudah on-air. Daerah Batam dipilih sebagai lokasi dengan beberapa alasan: Batam adalah daerah yang banyak diminati oleh berbagai kalangan, termasuk warga Singapura.

Jarak yang cukup dekat membuat sinyal seluler dari negara itu bisa ditangkap pula di Batam. Alhasil, warga Singapura yang berada di Batam bisa berkomunikasi dengan murah meriah, lintas negara tapi seperti menggunakan telepon lokal. Jadi pilot-project ini juga dimaksudkan untuk menutup sinyal dari Singapura sekaligus memberikan layanan komunikasi pada masyarakat Batam. Kemudian pada tahun 1994 PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) muncul sebagai operator GSM pertama di Indonesia.

Kesuksesan pilot-project di Batam dan Bintan membuat pemerintah memperluas daerah layanan GSM ke provinsi-provinsi lain di Sumatera. Untuk memfasilitasi hal itu, pada 26 Mei 1995 didirikan sebuah perusahaan telekomunikasi bernama Telkomsel, sebagai operator GSM nasional kedua di Indonesia, dengan kepemilikan bersama Satelindo. Akhir 1996, PT. Excelcomindo Pratama (Excelcom) yang berbasis GSM muncul sebagai operator seluler nasional ketiga.

Telkomsel yang sebelumnya telah sukses merambah Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar dengan produk Kartu Halo, mulai melakukan ekspansi ke Jakarta. Pemerintah juga mulai turut mendukung bisnis seluler dengan dihapuskannya bea masuk telepon seluler. Alhasil, harga telepon seluler dapat ditekan hingga Rp 1 juta. Pada 29 Desember 1996, Maluku tercatat menjadi provinsi ke-27 yang dilayani Telkomsel.

Baca Juga:  Teknologi GSM Komunikasi Seluler

Demikian sejarah singkat dari teknologi GSM, Baca juga artikel lain terkait GSM. Semoga bermanfaat

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*