Pengolahan Citra Digital, Pengertian, Konsep Dasar

CItra Digital

Pengolahan Citra Digital, Pengertian, Konsep Dasar – kolonginfo.com. Citra merupakan suatu representasi (gambaran), image, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek dalam bidang dua dimensi. Gambar atau citra adalah alat yang manusia gunakan untuk menyampaikan pesan kepada manusia yang lainnya. Sebagai suatu sistem keluaran dalam suatu perekaman data, citra dapat berupa optik, analog, maupun digital. Jenis citra meliputi citra kontinyu dan citra digital.

Pendahuluan Citra Digital

Gambar atau citra pada zaman sekarang telah berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia pula. Dimana pada zaman dahulu gambar atau citra hanyalah lukisan. Namun pada zaman sekarang, foto yang merupakan gambar yang dihasilkan dengan menangkap cahaya pada medium yang telah dilapisi bahan kimia peka cahaya atau sensor digital, film yang merupakan gambar bergerak.

Dan dengan semakin berkembangnya teknologi, gambar berevolusi pada seni lukis, patung, foto, film. Medium yang digunakan mulai beragam, dari mulai kanvas, kertas hingga yang dalam bentuk digital. Namun seiring perubahan tersebut, fungsi gambar atau citra tidak akan berubah, yaitu sebagai simbol dari apa yang ingin dikomunikasikan. Gambar atau citra adalah alat yang manusia gunakan untuk menyampaikan pesan kepada manusia yang lainnya.

Pengertian Citra Digital

Citra merupakan suatu representasi (gambaran), image, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek dalam bidang dua dimensi. Sebagai suatu sistem keluaran dalam suatu perekaman data, citra dapat berupa optik, analog, maupun digital. Bersifat optik misalnya adalah foto, bersifat analog misalnya dapat berupa sinyal-sinyal video seperti pada monitor televisi, dan dapat bersifat digital dimana citra dapat secara langsung disimpan pada media penyimpanan.

Baca Juga:  Machine Learning

Citra yang berasal dari penglihatan manusia terdiri dari dua komponen, yaitu iluminasi dan refleksi. Iluminasi [i(x,y)] merupakan jumlah cahaya dari sumber cahaya yang mengenai objek. Sedangkan reflektansi [r(x,y)] merupakan jumlah cahaya yang dipantulkan oleh objek ke mata. Nilai iluminasi dipengaruhi sumber cahaya, dan reflektansi ditentukan oleh karakteristik objek yang ditangkap. Dimana reflektansi bernilai 0 sampai 1. 0 apabila objek menyerap cahaya, dan 1 apabila objek memantulkan cahaya secara sempurna. Oeh karena itu secara matematis citra dapat ditulis dengan persamaan berikut:

F(x,y)=i(x,y)r(x,y)
dimana :
0<i(x,y)<∞ (iluminasi sumber cahaya)
0<r(x,y)<1 (koefisien pantul cahaya)

Pembentukan Citra

Pembentukan Citra

Terbentuknya suatu citra dapat dimodelkan seperti pada gambar di atas, yaitu ketika sejumlah cahaya menerangi objek secara berulang dalam kurun waktu tertentu. Kemudian oleh objek, cahaya dipantulkan kembali sehingga tertangkap oleh alat-alat optik seperti mata manusia, scanner, kamera, dan lainnya.

Pantulan yang tertangkap oleh alat optik tersebut berupa bayangan dari objek yang direfleksikan pada bidang dua dimensi, yaitu dapat berupa apa yang kita lihat, foto, dan lainnya. Bayangan pada dua dimensi itulah yang dinamakan citra, atau image, atau imitasi dari suatu objek.

Jenis Citra

Berdasarkan asal pembentukannya, citra dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

Citra Kontinyu

Citra kontinyu merupakan suatu citra yang terbentuk melalui sistem optik, dimana sistem optik tersebut menerima sinyal analog. Sistem optik di sini misalnya mata manusia, kamera analog, dan lainnya.

Citra Diskrit

Citra diskrit merupakan citra yang berasal dari proses digitalisasi citra kontinyu. Biasanya terdapat pada kamera digital, scanner, dan lainnya.

Represntasi citra dari fungsi kontinyu menjadi nilai-nilai diskrit

Demikian penjelasan terkait pengolahan citra, untuk artikel lainnya terkait pengolahan citra, kompresi citra, dll dapat dicari melalui kolom pencarian kolonginfo.com.

Baca Juga:  Perbedaan Business Intelligence (BI) dengan Data Science (DS)

Sumber: diolah dari berbagai sumber.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*