Manajemen Memori pada Sistem Operasi

Memori

Manajemen Memori pada Sistem Informasi – www.kolonginfo.com. Memori merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur, dikelola, dan dijaga sebaik-baiknya. Sobat kolonginfo.com dapat baca dalam artikel ini.

Manajemen Memori

Dalam manajemen memori pada komputer atau pada sistem informasi, sobat kolonginfo.com perlu memahami konsep dasar dan beberapa istilah teknis.

Konsep Dasar

Konsep dasar yang perlu sobat kolonginfo.com pahami adalah memori merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur atau dikelola dan dijaga sebaik-baiknya. Sistem Operasi bertugas untuk mengatur peletakan banyak proses pada suatu memori. Hal tersebut menjadi alasan perlunya manajemen memori.

Hirarki memori yang terdiri atas tiga level, yaitu:

  1. Register di CPU, berada di level teratas. Informasi yang berada di register dapat diakses dalam satu clock cycle CPU.
  2. Primary Memory (executable memory), berada di level tengah. Contohnya, RAM. Primary Memory diukur dengan satu byte dalam satu waktu, secara relatif dapat diakses dengan cepat, dan bersifat volatile (informasi bisa hilang ketika komputer dimatikan). CPU mengakses memori ini dengan instruksi single load dan store dalam beberapa clock cycle.
  3. Secondary Memory. Secondary Memory diukur sebagai kumpulan dari bytes (block of bytes), waktu aksesnya lambat, dan bersifat non-volatile (informasi tetap tersimpan ketika komputer dimatikan). Memori ini diterapkan di storage device, jadi akses meliputi aksi oleh driver dan physical device. Contohnya, disk and tape
Manajemen Memori

Hubungan Manajemen Memori dengan Sistem Operasi

Sistem operasi memberikan tanggapan terhadap manajemen memori utama untuk aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

  • Menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan dan dari yang menggunakan.
  • Memutuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil kememori jika masih ada ruang di memori.
  • Mengalokasikan dan mendelokasikan ruang memori jika diperlukan
Baca Juga:  Penjadwalan Prosesor Tunggal (Uniprocessor Scheduling)

Keuntungan Memori Virtual

Dalam implementasinya sobat kolonginfo.com harus mengenal pengertian dari memori virtual yang lebih spesifik akan di sajikan dalam artikel lain. Memori virtual adalah suatu teknik yang memisahkan antara memori logis dan memori fisiknya. Memori logis merupakan kumpulan keseluruhan halaman dari suatu program. Tanpa memori virtual, memori logis akan langsung dibawa ke memori fisik (memori utama)

Memori virtual melakukan pemisahan dengan menaruh memori logis ke secondary storage (disk sekunder) dan hanya membawa halaman yang diperlukan ke memori utama (memori fisik)

Keuntungan memori virtual sebagai berikut:

  1. Large Address Space  = Membuat sistem operasi seakan-akan memiliki jumlah memori melebihi kapasitas memori fisik yang ada. Dalam hal ini memori virtual memiliki ukuran yang lebih besar daripada ukuran memori fisik.
  2. Proteksi = Setiap proses di dalam sistem memiliki virtual address space. Virtual address space tiap proses berbeda dengan proses yang lainnya lagi, sehingga apapun yang terjadi pada sebuah proses tidak akan berpengaruh secara langsung pada proses lainnya
  3. Memory Mapping digunakan untuk melakukan pemetaan image dan file-file data ke dalam alamat proses. Pada pemetaan memori, isi dari file akan di link secara langsung ke dalam virtual address space dari proses.
  4. Fair Physical Memory Allocation  = Digunakan oleh Manajemen Memori untuk membagi penggunaan memori fisik secara “adil” ke setiap proses yang berjalan pada sistem.
  5. Shared Virtual Memory = Meskipun tiap proses menggunakan address space yang berbeda dari memori maya, ada kalanya sebuah proses dihadapkan untuk saling berbagi penggunaan memori.

Strategi Manajemen Memori

Dalam implementasinya terdapat beberapa strategi manajemen memori pada sistem operasi:

  1. First-fit Algorithm = Pencarian dimulai dari awal dan akan berhenti jika ditemukan lokasi pertama yang cukup besar untuk menempatkan proses tersebut.
  2. Next-fit Algorithm = Pencarian dimulai dari lokasi terakhir kali menemukan segmen yang cocok dan akan berhenti jika ditemukan lokasi pertama yang cukup besar untuk menempatkan proses tersebut.
  3. Best-fit Algorithm = Pencarian dimulai dari awal dan akan berhenti jika ditemukan lokasi terkecil pertama yang cukup untuk menempatkan proses tersebut.
  4. Worst-fit Algorithm = Pencarian dimulai dari awal dan akan berhenti jika ditemukan lokasi yang paling besar yang cukup untuk menempatkan proses tersebut.
  5. Quick-fit Algorithm = Algoritma ini dirancang dengan membuat list lubang. Lubang-lubang memori dimuat di list sesuai dengan ukuran terdekatnya.
  6. Sistem Buddy = Merupakan cara mengelola memori utama dengan memanfaatkan kelebihan penggunaan bilangan biner (2k ; k = 0,1,2, …).
Baca Juga:  Pentingnya Security Awareness atau Kesadaran Keamanan Informasi

Swapping

Skema Swapping
  • Sebuah proses harus berada di dalam memori untuk dapat dieksekusi.
  • Sebuah proses, bagaimanapun juga, dapat di- swap sementara keluar memori ke sebuah penyimpanan sementara , dan kemudian dibawa masuk lagi ke memori untuk melanjutkan pengeksekusian.
  • Roll out, roll in adalah penjadwalan swapping berbasis pada prioritas (proses berprioritas rendah di-swap keluar memori agar proses berprioritas tinggi dapat masuk dan dijalankan di memori.

Contiguous allocation

Dapat dipahami alamat memori diberikan kepada proses secara berurutan dari kecil ke besar. Ada 2 tipe contiguous memory allocation: partisi tunggal dan partisi banyak.

  1. Partisi tunggal adalah alamat pertama yang dialokasikan untuk proses adalah yang berikutnya dari alamat yang dialokasikan untuk proses sebelumnya.
  2. Partisi banyak adalah dimana Sistem Operasi menyimpan informasi tentang semua bagian memori yang tersedia untuk digunakan (disebut hole).

Noncontiguous allocation

Dalam alokasi noncontiguous, penerjemahan alamat dilakukan saat proses eksekusi. Memori noncontiguous mengalokasikan beberapa area memori – satu memori ke setiap komponen dari sebuah proses. Keuntungan contiguous daripada noncontiguous: sederhana, cepat, mendukung proteksi memori. Kerugian contiguous daripada noncontiguous: jika tidak semua proses dialokasikan di waktu yang sama, akan menjadi sangat tidak efektif dan mempercepat habisnya memori.

Penutup

Dalam sistem operasi atau komputer diperlukan memori guna menyimpan informasi. Dalam implementasinya, penyimpanan atau memori perlu di kelola atau manajemen memeori agar pemprosesan dapat berjalan dengan baik. Perlu strategi dalam pengelolan virtual memori.

Sobat kolonginfo.com dapat menemukan artikel yang lebih mendalam tentang memori pada sistem operasi/sistem informasi dapat ditemukan pada menu Sistem Informasi. Semoga bermanfaat

Diolah dari berbagai sumber

Baca Juga:  Penjadwalan Prosesor Tunggal (Uniprocessor Scheduling)